Nabi ke-9 dari 25

Kisah Nabi Ishaq

Ishaq adalah putra Nabi Ibrahim dari Sarah, yang lahir saat keduanya sudah lanjut usia sebagai wujud janji Allah — dan darinyalah lahir Ya'qub, kakek Bani Israil.

Siapa Ishaq?

Ishaq adalah putra kedua Nabi Ibrahim, lahir dari istrinya Sarah. Kelahirannya adalah kabar gembira yang terasa mustahil secara manusiawi: Ibrahim dan Sarah sudah sangat tua, dan Sarah sendiri mengaku mandul. Suatu hari, para malaikat datang sebagai tamu Ibrahim dan menyampaikan kabar gembira tentang seorang anak laki-laki. Sarah yang mendengarnya tertawa dan berkata heran, "Apakah aku akan melahirkan anak, padahal aku adalah perempuan tua, dan suamiku pun sudah tua?" Para malaikat menjawab bahwa itulah ketetapan Allah, yang rahmat dan keberkahan-Nya meliputi keluarga itu (QS 11:69–73).

Dalam kabar gembira itu, Allah sekaligus menyebut keturunannya: Ishaq akan menjadi ayah dari Ya'qub (QS 11:71). Al-Qur'an menegaskan hal yang sama ketika Ibrahim menjauhi kaumnya yang musyrik: "Maka Kami anugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya'qub, dan masing-masing Kami angkat menjadi nabi." (QS 19:49). Dengan demikian, Ishaq menjadi mata rantai penting dalam silsilah kenabian — putra seorang nabi, ayah seorang nabi, dan kakek dari Bani Israil.

Al-Qur'an juga memberi kabar gembira tersendiri tentang Ishaq: "Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq, seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh." (QS 37:112). Ayat berikutnya menambahkan bahwa Allah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada Ishaq (QS 37:113). Berkah ini bukan sekadar keturunan yang banyak, melainkan keberlangsungan risalah tauhid dari generasi ke generasi.

Dakwah & Ujian

Berbeda dengan nabi-nabi yang kisahnya dipenuhi penolakan kaum, Al-Qur'an tidak mengisahkan secara rinci dakwah Ishaq atau kaum yang ia hadapi. Yang ditekankan Al-Qur'an adalah kedudukannya sebagai penerus risalah Ibrahim. Ia tumbuh dalam rumah kenabian, mewarisi ajaran tauhid dari ayahnya, dan meneruskannya kepada putranya, Ya'qub. Rantai ini terlihat jelas dalam wasiat di akhir hayat Ya'qub, ketika anak-anaknya berkata, "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu, Ibrahim, Ismail, dan Ishak, Tuhan Yang Maha Esa, dan kami hanya berserah diri kepada-Nya." (QS 2:133). Nama Ishaq disebut sejajar dengan Ibrahim dan Ismail sebagai bapak-bapak yang Tuhannya disembah.

Ujian Ishaq barangkali justru terletak pada hal yang sunyi: hidup dalam bayang-bayang ayah yang agung, tanpa kisah mukjizat besar yang diabadikan, namun tetap teguh menjaga risalah. Banyak orang mengukur kemuliaan dari sorotan, padahal keteguhan yang tidak terlihat pun tercatat di sisi Allah. Ishaq tidak dikenal karena satu peristiwa besar, melainkan karena ia menjaga amanah dalam waktu yang panjang.

Keberkahan atas Ishaq juga tampak pada keturunannya. Dari Ya'qub lahir dua belas putra yang menjadi cikal bakal Bani Israil, dan dari Bani Israil lahir banyak nabi — Yusuf, Musa, Dawud, Sulaiman, hingga Isa. Satu kabar gembira yang diterima Ibrahim dan Sarah di hari tua mereka berbuah mata rantai kenabian yang panjang.

Pelajaran dari Kisah Ishaq

Pertama, janji Allah tidak pernah terlambat. Ishaq lahir ketika harapan manusia sudah padam. Jika Allah menghendaki sesuatu, tidak ada kata "terlalu tua" atau "terlalu mustahil". Doa yang dipanjatkan bertahun-tahun bisa terkabul pada waktu yang paling tidak diduga.

Kedua, kebaikan terbesar sering kali berupa keturunan yang saleh. Ibrahim tidak hanya dianugerahi seorang anak, melainkan mata rantai kenabian. Mendidik anak dalam tauhid adalah investasi yang buahnya melampaui satu generasi.

Ketiga, kemuliaan tidak selalu berbentuk peristiwa besar. Ishaq tidak memiliki kisah penolakan kaum atau mukjizat yang diceritakan panjang lebar, tetapi Allah memujinya sebagai nabi yang saleh dan memberkahinya. Keteguhan yang tenang dan setia menjaga amanah adalah bentuk kemuliaan tersendiri.

Keempat, keberkahan Allah menjangkau keturunan. Doa dan kesalehan orang tua dapat menjadi pintu keberkahan bagi anak cucu. Menjaga iman bukan hanya urusan diri sendiri, melainkan warisan bagi generasi sesudahnya.

Bahan Konten

Video kisah Nabi Ishaq sedang dibuat — segera hadir di halaman ini.

Sambil menunggu videonya, berikut beberapa ide konten video pendek yang bisa dibuat dari kisah di atas, cocok untuk Facebook, TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts:

Teks artikel di halaman ini boleh dipakai sebagai bahan naskah atau narasi video Anda.

Sumber

Detail yang hanya berasal dari retelling populer ditandai "menurut riwayat yang populer" atau tidak dicantumkan. Isi halaman ini berpegang pada Al-Qur'an dan hadis sahih.